Kabar Terkini 16 September 2020, 09:51
Masker Scuba & Buff Dilarang di KRL
Penulis : Ku Ka
Editor : Ku Ka
Petunjuk hubungi admin
Untuk dapat mengubungi admin kuka.co.id anda akan di bawa menuju halaman pusat bantuan di halaman tersebut bagian kanan bawah anda akan melihat gambar di bawah ini :

Untuk menuju pusat bantuan klik tombol "Ya, ke pusat bantuan" dan Jika anda ingin tetap berada di halaman ini klik tombol "Tidak, tetap disini"
Kabar Terkini 16 September 2020, 09:51
Masker Scuba & Buff Dilarang di KRL
Penulis : Ku Ka
Editor : Ku Ka
Masker buff dan scuba sering digunakan banyak masyarakat saat beraktivitas untuk mencegah penyebaran COVID-19 karena selain harganya yang cukup murah dan kita juga dapat dengan mudah menemukan penjualnya saking bertambahnya permintaan masker. Tapi ternyata masker berjenis ini dinilai tidak efektif untuk mencegah penularan virus corona melalui droplet atau cairan.
PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mulai menerapkan peraturan baru terkait pemakaian jenis masker bagi para penumpang. PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) telah menerapkan protokol kesehatan dengan mewajibkan penumpang mengenakan masker selama naik Kereta Rel Listrik (KRL). VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba mengatakan, calon penumpang dianjurkan menggunakan masker yang efektif menahan droplet. "Hindari penggunaan jenis scuba maupun hanya menggunakan buff atau kain untuk menutupi mulut dan hidung," ujar Anne dalam keterangan tertulis yang diterima oleh Kompas, Selasa (15/9/2020).Â
Selain itu, PT KCI juga meminta penumpang KRL untuk menggunakan masker dengan benar, yakni menutupi hidung dan mulut secara sempurna. "Gunakan setidaknya masker kain yang terdiri dari minimal dua lapisan," kata Anne. Selain penggunaan masker, PT KCI juga masih melarang penumpang anak dibawah 5 tahun selama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). "Aturan-aturan lain selama PSBB juga masih berlaku, anak dibawah 5 tahun untuk sementara dilarang menggunakan KRL," kata Anne. Adapun bagi orang lanjut usia diatas 60 tahun, hanya diperbolehkan menggunakan KRL mulai pukul 10.00-14.00 WIB. "Pengguna dengan membawa barang sesuai ketentuan namun ukurannya dapat mengganggu penerapan jaga jarak aman di KRL juga hanya dapat naik di luar jam sibuk," lanjut dia.
Â
Dua jenis masker tidak diperbolehkan yakni buff ataupun masker scuba. Penumpang KRL diminta menggunakan masker jenis lain yang lebih efektif menahan droplet atau cairan. Dalam akun media sosial, PT KCI menjelaskan masker scuba atau buff hanya sebesar 5 persen efektif dalam mencegah risiko terpaparnya debu, virus dan bakteri.

Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono mengatakan pemakai masker scuba dan buff berisiko tertular Corona. "Iya (berisiko terkena droplet), risikonya tidak memberikan efek proteksi yang maksimal," ujar Pandu via detikcom, Selasa (15/9/2020). "Bahayanya mereka (masker scuba dan buff) punya ventilasi kan, nah ventilasi itu bisa mengeluarkan sesuatu, atau masuk sesuatu," lanjutnya. Pandu menilai lubang pada sela-sela kain scuba dan buff dapat dilalui oleh droplet yang berukuran kecil. Ia menyebut masker scuba dan buff tidak memiliki filter terhadap droplet. Pandu menyarankan masyarakat untuk memakai masker medis ataupun masker kain pada umumnya. Selain itu, ia berharap pelarangan penggunaan buff dan masker scuba tidak hanya di KRL, namun juga di kegiatan sehari-hari agar meminimalisir penularan virus.
Â
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, mendukung imbauan tersebut. Wiku menyebut, masker scuba atau masker buff terlalu tipis sehingga kemampuan memfiltrasi atau menyaring partikel virus sangat rendah. "Masker scuba atau buff ini adalah masker dengan satu lapis saja dan terlalu tipis sehingga kemungkinan untuk (droplet) tembus dan tidak bisa menyaring (virus) lebih besar," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (15/9).
Â
Selain tipis, masker scuba atau masker buff juga mudah ditarik. Ini menyebabkan pengguna sering menarik masker ke dagu. Padahal, masker digunakan untuk menutup hidung dan mulut, bukan dagu. "Masker scuba sering mudah ditarik ke bawah di dagu sehingga fungsi masker jadi tidak ada," ujarnya. Wiku mengatakan, masker yang dianjurkan dipakai untuk mencegah terpapar Covid-19 adalah berbahan katun dan berlapis tiga. Masker kain berlapis tiga memiliki filtrasi yang baik. Efektivitas filtrasi umumnya antara 10 sampai 60 persen."Kemampuan memfiltrasi atau menyaring partikel virus itu akan lebih baik dengan jumlah lapisan yang lebih banyak, dalam hal ini tiga lapisan berbahan katun," ucap dia.
Seperti yang kita ketahui, masker jadi salah satu cara pengendalian penularan virus Corona. Penggunaan masker yang tepat bisa mencegah orang lain terpapar SARS-CoV-2, virus penyebab Covid19. Hanya saja tidak semua jenis masker menawarkan perlindungan yang sama. Ada yang bekerja dengan baik untuk mencegah masuknya droplet atau partikel pembawa virus, namun ada pula yang tidak efektif terutama untuk mencegah paparan virus Corona.
Sumber: Satgas Covid-19: Masker Scuba & Buff Terlalu Tipis bisa Tembus Droplet
[POPULER JABODETABEK] Penumpang KRL Dilarang Pakai Buff dan Masker Scuba
Baca Artikel Lain
62 Pride 18 Juli 2022, 13:36
Indonesia Juara Umum Singapore Open 2022
Penulis : Ku Ka
Editor : Ku Ka
Singapore Open 2022 usai diselenggarakan. Babak final turnamen Super 500 ini selesai dipertandingkan hari Minggu (17/7/2022), di Singapore Indoor Stadium, Singapura. Â Tuan rumah sendiri tidak Read more...
62 Pride 15 Juli 2022, 11:02
Pecahkan Rekor Dunia Kiromal Katibin Manusia Tercepat di Dunia
Penulis : Ku Ka
Editor : Ku Ka
Atlet Panjat Tebing Indonesia asal Batang, Kiromal Katibin kembali mencatatkan rekor dunia. Ia tampil luar biasa di IFSC World Cup Chamonix 2022. Â Video yang beredar di media sosial Instagram Read more...
Kabar Terkini 13 Juli 2022, 11:49
Kemensetneg Resmi Rilis Logo HUT Ke-77 RI
Penulis : Ku Ka
Editor : Ku Ka
Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) telah resmi merilis logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Republik Indonesia (RI). Â Kemensetneg melalui unggahan Instagram resminya pada Senin, 11 Juli Read more...
Kabar Terkini 07 Juli 2022, 12:01
Menteri Perdagangan Luncurkan Minyak Goreng Kemasan Rakyat Rp14.000 pe...
Penulis : Ku Ka
Editor : Ku Ka
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan resmi meluncurkan minyak goreng kemasan rakyat dengan merek MINYAKITA pada Rabu 6 Juli 2022. Â MINYAKITA akan didistribusikan ke seluruh Indonesia dengan harga Read more...
62 Pride 05 Juli 2022, 13:53
Spedagi Asal Temanggung Dipakai Presiden Jokowi dan PM Australia, Ki...
Penulis : Ku Ka
Editor : Ku Ka
Ada yang menarik dalam rangkaian penyambutan resmi Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Senin (6/6/2022). Usai melakukan kegiatan penanaman Read more...
Kabar Terkini 16 September 2020, 09:51
Masker Scuba & Buff Dilarang di KRL
Penulis : Ku Ka
Editor : Ku Ka
Masker buff dan scuba sering digunakan banyak masyarakat saat beraktivitas untuk mencegah penyebaran COVID-19 karena selain harganya yang cukup murah dan kita juga dapat dengan mudah menemukan penjualnya saking bertambahnya permintaan masker. Tapi ternyata masker berjenis ini dinilai tidak efektif untuk mencegah penularan virus corona melalui droplet atau cairan.
PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mulai menerapkan peraturan baru terkait pemakaian jenis masker bagi para penumpang. PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) telah menerapkan protokol kesehatan dengan mewajibkan penumpang mengenakan masker selama naik Kereta Rel Listrik (KRL). VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba mengatakan, calon penumpang dianjurkan menggunakan masker yang efektif menahan droplet. "Hindari penggunaan jenis scuba maupun hanya menggunakan buff atau kain untuk menutupi mulut dan hidung," ujar Anne dalam keterangan tertulis yang diterima oleh Kompas, Selasa (15/9/2020).Â
Selain itu, PT KCI juga meminta penumpang KRL untuk menggunakan masker dengan benar, yakni menutupi hidung dan mulut secara sempurna. "Gunakan setidaknya masker kain yang terdiri dari minimal dua lapisan," kata Anne. Selain penggunaan masker, PT KCI juga masih melarang penumpang anak dibawah 5 tahun selama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). "Aturan-aturan lain selama PSBB juga masih berlaku, anak dibawah 5 tahun untuk sementara dilarang menggunakan KRL," kata Anne. Adapun bagi orang lanjut usia diatas 60 tahun, hanya diperbolehkan menggunakan KRL mulai pukul 10.00-14.00 WIB. "Pengguna dengan membawa barang sesuai ketentuan namun ukurannya dapat mengganggu penerapan jaga jarak aman di KRL juga hanya dapat naik di luar jam sibuk," lanjut dia.
Â
Dua jenis masker tidak diperbolehkan yakni buff ataupun masker scuba. Penumpang KRL diminta menggunakan masker jenis lain yang lebih efektif menahan droplet atau cairan. Dalam akun media sosial, PT KCI menjelaskan masker scuba atau buff hanya sebesar 5 persen efektif dalam mencegah risiko terpaparnya debu, virus dan bakteri.

Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono mengatakan pemakai masker scuba dan buff berisiko tertular Corona. "Iya (berisiko terkena droplet), risikonya tidak memberikan efek proteksi yang maksimal," ujar Pandu via detikcom, Selasa (15/9/2020). "Bahayanya mereka (masker scuba dan buff) punya ventilasi kan, nah ventilasi itu bisa mengeluarkan sesuatu, atau masuk sesuatu," lanjutnya. Pandu menilai lubang pada sela-sela kain scuba dan buff dapat dilalui oleh droplet yang berukuran kecil. Ia menyebut masker scuba dan buff tidak memiliki filter terhadap droplet. Pandu menyarankan masyarakat untuk memakai masker medis ataupun masker kain pada umumnya. Selain itu, ia berharap pelarangan penggunaan buff dan masker scuba tidak hanya di KRL, namun juga di kegiatan sehari-hari agar meminimalisir penularan virus.
Â
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, mendukung imbauan tersebut. Wiku menyebut, masker scuba atau masker buff terlalu tipis sehingga kemampuan memfiltrasi atau menyaring partikel virus sangat rendah. "Masker scuba atau buff ini adalah masker dengan satu lapis saja dan terlalu tipis sehingga kemungkinan untuk (droplet) tembus dan tidak bisa menyaring (virus) lebih besar," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (15/9).
Â
Selain tipis, masker scuba atau masker buff juga mudah ditarik. Ini menyebabkan pengguna sering menarik masker ke dagu. Padahal, masker digunakan untuk menutup hidung dan mulut, bukan dagu. "Masker scuba sering mudah ditarik ke bawah di dagu sehingga fungsi masker jadi tidak ada," ujarnya. Wiku mengatakan, masker yang dianjurkan dipakai untuk mencegah terpapar Covid-19 adalah berbahan katun dan berlapis tiga. Masker kain berlapis tiga memiliki filtrasi yang baik. Efektivitas filtrasi umumnya antara 10 sampai 60 persen."Kemampuan memfiltrasi atau menyaring partikel virus itu akan lebih baik dengan jumlah lapisan yang lebih banyak, dalam hal ini tiga lapisan berbahan katun," ucap dia.
Seperti yang kita ketahui, masker jadi salah satu cara pengendalian penularan virus Corona. Penggunaan masker yang tepat bisa mencegah orang lain terpapar SARS-CoV-2, virus penyebab Covid19. Hanya saja tidak semua jenis masker menawarkan perlindungan yang sama. Ada yang bekerja dengan baik untuk mencegah masuknya droplet atau partikel pembawa virus, namun ada pula yang tidak efektif terutama untuk mencegah paparan virus Corona.
Sumber: Satgas Covid-19: Masker Scuba & Buff Terlalu Tipis bisa Tembus Droplet
[POPULER JABODETABEK] Penumpang KRL Dilarang Pakai Buff dan Masker Scuba
Baca Artikel Lain
62 Pride 15 Juli 2022
Pecahkan Rekor Dunia Kiromal Katibin Manusia Tercepat di Dunia
Penulis: Ku Ka
Editor : Ku Ka
Kabar Terkini 07 Juli 2022
Menteri Perdagangan Luncurkan Minyak Goreng Kemasan Rakyat Rp14.000 pe...
Penulis: Ku Ka
Editor : Ku Ka
62 Pride 05 Juli 2022
Spedagi Asal Temanggung Dipakai Presiden Jokowi dan PM Australia, Ki...
Penulis: Ku Ka
Editor : Ku Ka
Artikel Terbaru