62 Pride 06 Mei 2021, 09:28
Letda Ajeng Tresna, Perempuan Penerbang Tempur Pertama Dalam Sejarah TNI AU
Penulis : Ku Ka
Editor : Ku Ka
Petunjuk hubungi admin
Untuk dapat mengubungi admin kuka.co.id anda akan di bawa menuju halaman pusat bantuan di halaman tersebut bagian kanan bawah anda akan melihat gambar di bawah ini :

Untuk menuju pusat bantuan klik tombol "Ya, ke pusat bantuan" dan Jika anda ingin tetap berada di halaman ini klik tombol "Tidak, tetap disini"
62 Pride 06 Mei 2021, 09:28
Letda Ajeng Tresna, Perempuan Penerbang Tempur Pertama Dalam Sejarah TNI AU
Penulis : Ku Ka
Editor : Ku Ka
Letnan Dua (Letda) Ajeng Tresna Dwi Wijayanti menjadi salah satu prajurit TNI Angkatan Udara (AU) yang cukup diperhitungkan.
Â
Walaupun kedinasannya bersama TNI AU terbilang belum lama, Ajeng telah membuat masyarakat Indonesia menaruh perhatian besar kepada dirinya.
Â
Perempuan kelahiran Jakarta, 25 September 1995 itu berhasil mencatatkan prestasi bahkan sejarah baru bagi keluarga besar Swa Bhuwana Paksa. Ajeng berhasil menorehkan tinta emas sebagai perempuan penerbang pesawat tempur pertama di Indonesia. Prestasi ini belum pernah ditorehkan sama sekali oleh para pendahulunya dalam hal mengawaki pesawat tempur.
Â
Pada 18 Mei 2020, lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) 2018 ini dilantik sebagai calon fighter oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI (Purn) Yuyus Sutisna kala itu.
Â
Sebetulnya, keberhasilan Ajeng meraih prestasi ini tak semudah membalikkan telapak tangan. Ia lalui dengan penuh perjuangan dan pengorbanan. Perjuangan itu dimulai ketika dirinya tertarik menggeluti dunia kemiliteran. Tepatnya pada saat menjalani pendidikan semi militer dalam Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) di SMAN 51 Jakarta.
Â
Ajeng bertugas sebagai pengibar dan penurun bendera Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta. Karena kecimpungannya bersama Paskibraka, Ajeng kian membulatkan tekadnya untuk masuk TNI.
Â
Pada 2013, datanglah sebuah tawaran untuk mengikuti tes Akademi Taruna TNI Angkatan Darat (AD) dan TNI AU. Namun, ia lebih memilih TNI AD. Segala proses pun dilewatinya untuk bisa bergabung dengan TNI AD.
Â
Sayang, nasib berkata lain, ia gagal memenuhi impiannya untuk bisa masuk TNI. Kegagalan ini pun sempat membuat Ajeng merasa down. "Saya daftar AD duluan. Tapi saya gagal. Jadi tahun 2013 saya pertama kali daftar gagal," ujar Ajeng.
Â
Rasa kepercayaan dirinya untuk bisa masuk TNI kembali tumbuh berkat dukungan orangtua hingga sanak saudara. Pada 2014, tawaran untuk mengikuti tes kembali menghampirinya dari TNI AD dan TNI AU. Kali ini, ia mencoba peruntukannya di TNI AU.
Â
Berbeda dengan tes pertama, Ajeng kali ini telah mempunyai modal dengan persiapan penuh agar bisa bergabung TNI. Seleksi pun dijalaninya. Berkat kesiapannya yang lebih matang, Ajeng pun dinyatakan lulus. Keberhasilan ini secara tidak langsung mengikuti jejak sang Ayah, Kolonel Sus Prayitno, yang juga prajurit TNI AU.
Â

Letda Ajeng Tresna Dwi Wijayanti tengah mengudara membawa pesawat tempur.(Dokumen pribadi Letda Ajeng Tresna Dwi Wijayanti)
Tak seperti yang dibayangkan Ajeng, ternyata perjuangan sesungguhnya adalah ketika diterima sebagai prajurit TNI AU. Ajeng pun terus memompa semangat perjuangannya ketika menjalani pendidikan di AAU Yogyakarta selama empat tahun. Berhasil merampungkan pendidikannya dengan baik, Ajeng kemudian dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka pada 2018. Setelah dilantik, Ajeng selanjutnya melanjutkan pendidikan dengan mengikuti sekolah penerbang di AAU Yogyakarta. Di sini, ia ditempa mulai dari potensi, akademia, hingga jasmani selama 1,5 tahun.
Â
Setelah itu ia dinyatakan lulus dengan predikat sebagai perempuan penerbang tempur pertama dalam sejarah TNI AU.
Â
DARI SKADRON 15 KE SKADRON 17
Petualangan Ajeng kemudian dilanjutkan dengan menjalankan tugasnya di Skadron 15 Lanud Iswahjudi Magetan, Jawa Timur. Skadron ini adalah salah satu satuan tempur di bawah Komando Wong Tempur 300.
Â
Di sini, ia di tempa sebagai penerbang tempur. Ia melahap segala ilmu pengetahuan mengenai pesawat tempur. Namun, pengabdiannya di Skadron 15 tak berlangsung lama. Hanya tujuh bulan lamanya.
Â
Pada Desember 2020, ia kemudian digeser ke Skadron 17. Skadron 17 merupakan Skadron VIP/VVIP pesawat kepresidenan. Skadron ini berada di bawah naungan Wing Udara 1 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Â
Disini, Ajeng ditempa untuk menjadi calon kopilot yang akan membawa pesawat Boeing kepresidenan. Kesempatan untuk membawa pesawat ini terbuka lebar.
Â
Mengingat, ia menjadi satu-satunya perempuan yang diproyeksikan akan menjadi kopilot. Hal ini seperti yang terjadi ketika dirinya didapuk sebagai perempuan pertama penerbang tempur.
Â
"Selama ini belum ada. Saya saja". Kata Ajeng. Namun demikian untuk bisa menyandang status kopilot, Ajeng harus melewati tahap yang tak boleh terlewatkan. Yakni menggeluti ilmu pengetahuan mengenai Boeing.
Â
Menurut Ajeng, Pesawat ini mempunyai tipikal yang sangat berbeda dibanding pesawat tempur yang notabene lebih agresif namun mudah dikendalikan.
Â
Saat ini Ajeng sedang menjalani simulator yabg dijadwalkan akan berakhir pada Mei 2021. Simulator ini penting dilaluinya guna mendapatkan modal transisi dari pesawat tempur ke pesawat Boeing.Â
Â
"Saya nggak mungkin dong tiba-tiba langsung ke pesawatnya (Boeing). Ada prosesnya. Tapi kelak ke depan semua diproyeksikan untuk penerbangan pesawat tersebut." Ucap Ajeng.
BERBAGI PENGALAMAN
Keberhasilannya merealisasikan impiannya ternyata tak membuat Ajeng lupa diri. Ia kerap kali membagikan pengalamannya kepada mereka yang hendak mengikuti jejaknya alias tes bergabung di TNI. Ia mengatakan, tak sedikit orang yang akan masuk TNI tidak mempersiapkan diri dengan matang.
Hal ini juga yang dialaminya ketika gagal mengikuti tes pertama masuk TNI. Karena itu, ia selalu berusaha membagikan pengalaman kepada mereka agar sebisa mungkin pemikiran prematur ketika masuk TNI terkikis. Sebab, tidak menutup kemungkinan bahwa pemikiran yang tak terbuka justru bisa menjadi penghalang. "Makanya saya sekarang selalu memberikan masukan supaya mereka benar-benar berjuang. Agar, pemikiran 'oh enak gabung TNI' itu hilang. Tapi yang harus diperhatikan, mau enggak jalani prosesnya, itu yang penting," kata Ajeng.
Â
Baca Artikel Lain
62 Pride 18 Juli 2022, 13:36
Indonesia Juara Umum Singapore Open 2022
Penulis : Ku Ka
Editor : Ku Ka
Singapore Open 2022 usai diselenggarakan. Babak final turnamen Super 500 ini selesai dipertandingkan hari Minggu (17/7/2022), di Singapore Indoor Stadium, Singapura. Â Tuan rumah sendiri tidak Read more...
62 Pride 15 Juli 2022, 11:02
Pecahkan Rekor Dunia Kiromal Katibin Manusia Tercepat di Dunia
Penulis : Ku Ka
Editor : Ku Ka
Atlet Panjat Tebing Indonesia asal Batang, Kiromal Katibin kembali mencatatkan rekor dunia. Ia tampil luar biasa di IFSC World Cup Chamonix 2022. Â Video yang beredar di media sosial Instagram Read more...
Kabar Terkini 13 Juli 2022, 11:49
Kemensetneg Resmi Rilis Logo HUT Ke-77 RI
Penulis : Ku Ka
Editor : Ku Ka
Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) telah resmi merilis logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Republik Indonesia (RI). Â Kemensetneg melalui unggahan Instagram resminya pada Senin, 11 Juli Read more...
Kabar Terkini 07 Juli 2022, 12:01
Menteri Perdagangan Luncurkan Minyak Goreng Kemasan Rakyat Rp14.000 pe...
Penulis : Ku Ka
Editor : Ku Ka
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan resmi meluncurkan minyak goreng kemasan rakyat dengan merek MINYAKITA pada Rabu 6 Juli 2022. Â MINYAKITA akan didistribusikan ke seluruh Indonesia dengan harga Read more...
62 Pride 05 Juli 2022, 13:53
Spedagi Asal Temanggung Dipakai Presiden Jokowi dan PM Australia, Ki...
Penulis : Ku Ka
Editor : Ku Ka
Ada yang menarik dalam rangkaian penyambutan resmi Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Senin (6/6/2022). Usai melakukan kegiatan penanaman Read more...
62 Pride 06 Mei 2021, 09:28
Letda Ajeng Tresna, Perempuan Penerbang Tempur Pertama Dalam Sejarah TNI AU
Penulis : Ku Ka
Editor : Ku Ka
Letnan Dua (Letda) Ajeng Tresna Dwi Wijayanti menjadi salah satu prajurit TNI Angkatan Udara (AU) yang cukup diperhitungkan.
Â
Walaupun kedinasannya bersama TNI AU terbilang belum lama, Ajeng telah membuat masyarakat Indonesia menaruh perhatian besar kepada dirinya.
Â
Perempuan kelahiran Jakarta, 25 September 1995 itu berhasil mencatatkan prestasi bahkan sejarah baru bagi keluarga besar Swa Bhuwana Paksa. Ajeng berhasil menorehkan tinta emas sebagai perempuan penerbang pesawat tempur pertama di Indonesia. Prestasi ini belum pernah ditorehkan sama sekali oleh para pendahulunya dalam hal mengawaki pesawat tempur.
Â
Pada 18 Mei 2020, lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) 2018 ini dilantik sebagai calon fighter oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI (Purn) Yuyus Sutisna kala itu.
Â
Sebetulnya, keberhasilan Ajeng meraih prestasi ini tak semudah membalikkan telapak tangan. Ia lalui dengan penuh perjuangan dan pengorbanan. Perjuangan itu dimulai ketika dirinya tertarik menggeluti dunia kemiliteran. Tepatnya pada saat menjalani pendidikan semi militer dalam Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) di SMAN 51 Jakarta.
Â
Ajeng bertugas sebagai pengibar dan penurun bendera Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta. Karena kecimpungannya bersama Paskibraka, Ajeng kian membulatkan tekadnya untuk masuk TNI.
Â
Pada 2013, datanglah sebuah tawaran untuk mengikuti tes Akademi Taruna TNI Angkatan Darat (AD) dan TNI AU. Namun, ia lebih memilih TNI AD. Segala proses pun dilewatinya untuk bisa bergabung dengan TNI AD.
Â
Sayang, nasib berkata lain, ia gagal memenuhi impiannya untuk bisa masuk TNI. Kegagalan ini pun sempat membuat Ajeng merasa down. "Saya daftar AD duluan. Tapi saya gagal. Jadi tahun 2013 saya pertama kali daftar gagal," ujar Ajeng.
Â
Rasa kepercayaan dirinya untuk bisa masuk TNI kembali tumbuh berkat dukungan orangtua hingga sanak saudara. Pada 2014, tawaran untuk mengikuti tes kembali menghampirinya dari TNI AD dan TNI AU. Kali ini, ia mencoba peruntukannya di TNI AU.
Â
Berbeda dengan tes pertama, Ajeng kali ini telah mempunyai modal dengan persiapan penuh agar bisa bergabung TNI. Seleksi pun dijalaninya. Berkat kesiapannya yang lebih matang, Ajeng pun dinyatakan lulus. Keberhasilan ini secara tidak langsung mengikuti jejak sang Ayah, Kolonel Sus Prayitno, yang juga prajurit TNI AU.
Â

Letda Ajeng Tresna Dwi Wijayanti tengah mengudara membawa pesawat tempur.(Dokumen pribadi Letda Ajeng Tresna Dwi Wijayanti)
Tak seperti yang dibayangkan Ajeng, ternyata perjuangan sesungguhnya adalah ketika diterima sebagai prajurit TNI AU. Ajeng pun terus memompa semangat perjuangannya ketika menjalani pendidikan di AAU Yogyakarta selama empat tahun. Berhasil merampungkan pendidikannya dengan baik, Ajeng kemudian dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka pada 2018. Setelah dilantik, Ajeng selanjutnya melanjutkan pendidikan dengan mengikuti sekolah penerbang di AAU Yogyakarta. Di sini, ia ditempa mulai dari potensi, akademia, hingga jasmani selama 1,5 tahun.
Â
Setelah itu ia dinyatakan lulus dengan predikat sebagai perempuan penerbang tempur pertama dalam sejarah TNI AU.
Â
DARI SKADRON 15 KE SKADRON 17
Petualangan Ajeng kemudian dilanjutkan dengan menjalankan tugasnya di Skadron 15 Lanud Iswahjudi Magetan, Jawa Timur. Skadron ini adalah salah satu satuan tempur di bawah Komando Wong Tempur 300.
Â
Di sini, ia di tempa sebagai penerbang tempur. Ia melahap segala ilmu pengetahuan mengenai pesawat tempur. Namun, pengabdiannya di Skadron 15 tak berlangsung lama. Hanya tujuh bulan lamanya.
Â
Pada Desember 2020, ia kemudian digeser ke Skadron 17. Skadron 17 merupakan Skadron VIP/VVIP pesawat kepresidenan. Skadron ini berada di bawah naungan Wing Udara 1 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Â
Disini, Ajeng ditempa untuk menjadi calon kopilot yang akan membawa pesawat Boeing kepresidenan. Kesempatan untuk membawa pesawat ini terbuka lebar.
Â
Mengingat, ia menjadi satu-satunya perempuan yang diproyeksikan akan menjadi kopilot. Hal ini seperti yang terjadi ketika dirinya didapuk sebagai perempuan pertama penerbang tempur.
Â
"Selama ini belum ada. Saya saja". Kata Ajeng. Namun demikian untuk bisa menyandang status kopilot, Ajeng harus melewati tahap yang tak boleh terlewatkan. Yakni menggeluti ilmu pengetahuan mengenai Boeing.
Â
Menurut Ajeng, Pesawat ini mempunyai tipikal yang sangat berbeda dibanding pesawat tempur yang notabene lebih agresif namun mudah dikendalikan.
Â
Saat ini Ajeng sedang menjalani simulator yabg dijadwalkan akan berakhir pada Mei 2021. Simulator ini penting dilaluinya guna mendapatkan modal transisi dari pesawat tempur ke pesawat Boeing.Â
Â
"Saya nggak mungkin dong tiba-tiba langsung ke pesawatnya (Boeing). Ada prosesnya. Tapi kelak ke depan semua diproyeksikan untuk penerbangan pesawat tersebut." Ucap Ajeng.
BERBAGI PENGALAMAN
Keberhasilannya merealisasikan impiannya ternyata tak membuat Ajeng lupa diri. Ia kerap kali membagikan pengalamannya kepada mereka yang hendak mengikuti jejaknya alias tes bergabung di TNI. Ia mengatakan, tak sedikit orang yang akan masuk TNI tidak mempersiapkan diri dengan matang.
Hal ini juga yang dialaminya ketika gagal mengikuti tes pertama masuk TNI. Karena itu, ia selalu berusaha membagikan pengalaman kepada mereka agar sebisa mungkin pemikiran prematur ketika masuk TNI terkikis. Sebab, tidak menutup kemungkinan bahwa pemikiran yang tak terbuka justru bisa menjadi penghalang. "Makanya saya sekarang selalu memberikan masukan supaya mereka benar-benar berjuang. Agar, pemikiran 'oh enak gabung TNI' itu hilang. Tapi yang harus diperhatikan, mau enggak jalani prosesnya, itu yang penting," kata Ajeng.
Â
Baca Artikel Lain
62 Pride 15 Juli 2022
Pecahkan Rekor Dunia Kiromal Katibin Manusia Tercepat di Dunia
Penulis: Ku Ka
Editor : Ku Ka
Kabar Terkini 07 Juli 2022
Menteri Perdagangan Luncurkan Minyak Goreng Kemasan Rakyat Rp14.000 pe...
Penulis: Ku Ka
Editor : Ku Ka
62 Pride 05 Juli 2022
Spedagi Asal Temanggung Dipakai Presiden Jokowi dan PM Australia, Ki...
Penulis: Ku Ka
Editor : Ku Ka
Artikel Terbaru