Kabar Terkini 11 Januari 2021, 11:27
Kapal Bantu Rumah Sakit KRI Dokter Wahidin Siap Berlayar Melayani Pasien
Penulis : Ku Ka
Editor : Ku Ka
Petunjuk hubungi admin
Untuk dapat mengubungi admin kuka.co.id anda akan di bawa menuju halaman pusat bantuan di halaman tersebut bagian kanan bawah anda akan melihat gambar di bawah ini :

Untuk menuju pusat bantuan klik tombol "Ya, ke pusat bantuan" dan Jika anda ingin tetap berada di halaman ini klik tombol "Tidak, tetap disini"
Kabar Terkini 11 Januari 2021, 11:27
Kapal Bantu Rumah Sakit KRI Dokter Wahidin Siap Berlayar Melayani Pasien
Penulis : Ku Ka
Editor : Ku Ka
Satu dari dua kapal bantu rumah sakit pesanan TNI-AL yang diproduksi PT PAL Indonesia telah selesai. Kapal ini setara dengan rumah sakit tipe C.

Pada Kamis 7 Januari 2021, dari dok galangan di Pelabuhan Semarang meluncur sebuah kapal bantu rumah sakit (BRS) baru, buatan PT PAL Indonesia (Persero). Kapal BRS pesanan TNI-AL itu secara resmi diberi nama KRI dr Wahidin Sudirohusodo-991.
Kepala Staf TNI-AL (KSAL) Laksamana Yudo Margono mengatakan, nama kapal BRS itu diambil dari nama pahlawan nasional yang berprofesi sebagai dokter, yang populer di tengah masyarakat sebagai dokter yang ramah, murah hati, dan dikenal sebagai pelopor berdirinya organisasi Budi Utomo. “KRI dr Wahidin Sudirohusodo-991 ini diharapkan dapat melaksanakan fungsinya dalam pelaksanaan operasi militer selain perang,” katanya.
Peluncuran kapal itu ditandai dengan penekanan tombol oleh KSAL yang mengaktifkan sistem pompa dok. Air laut pun menggenangi kolam dok yang berkapasitas 50.000 DWT tersebut. Begitu air penuh, pintu dibuka dan KRI dr Wahidin siap meluncur ke laut. Kapal BRS ini dikembangkan dengan teknologi rancang bangun kapal tipe landing platform dock (LPD). Rancang bangun ini merupakan salah satu pengembangan teknologi yang telah dipatenkan oleh PT PAL Indonesia.
KRI dr Wahidin Sudirohusodo mempunyai panjang 124 meter, lebar 21,8 meter, dan displacement 7.290 ton. Kapal ini mampu melaju dengan kecepatan maksimal 18 knot, kecepatan jelajah 14 knot, dan kecepatan ekonomis 12 knot (22 km per jam), serta memiliki kemampuan berlayar hingga 30 hari penuh dengan jangkauan 10.000 mil laut. Kemampuan kapasitas angkut total personel 643 orang, termasuk 159 pasien.

Kapal ini memiliki kemampuan setara rumah sakit tipe C. Kemampuan tersebut ditunjang dengan fasilitas poliklinik rawat jalan (umum, mata, gigi, dll) UGD, ruang operasi, ruang rawat inap, dan unit radiologi. Juga peralatan CT Scan dan X-Ray, hingga ruang isolasi untuk penanggulangan wabah menular seperti Covid-19. Mobilitas untuk pelaksanaan misi evakuasi medis juga ditunjang dengan kemampuan mengangkut helikopter medis, ambulance boat, dan landing craft vehicle personnel (LCVP).
Kapal BRS dr Wahidin ini bukanlah satu-satunya kapal milik TNI-AL yang difungsikan sebagai rumah sakit. Sebab sebelumnya, TNI-AL telah memiliki kapal BRS KRI dr. Soeharso dan KRI Semarang (594). Jadi dengan adanya KRI dr Wahidin, berarti TNI-AL mengoperasikan tiga armada kapal BRS.
Kapal tersebut nature-nya merupakan kapal pendukung operasi militer perang (OMP). Tapi pada masa damai, kapal itu bisa difungsikan dalam OMSP. Berdasarkan UU TNI nomor 34 tahun 2004, dalam misi OMSP, kapal BRS dapat melaksanakan tugas operasi membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan serta membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (search and rescue). Tidak terbatas pada situasi itu, kapal BRS juga memiliki kapabilitas pelaksanaan misi diplomasi internasional.
Fungsi kapal BRS sangat pas dengan karakteristik dan wawasan maritim Indonesia. Sebagai negara kepulauan yang terletak di lintasan ring of fire, Indonesia memiliki kerentanan bencana alam seperti gunung meletus, gempa bumi yang dapat diikuti oleh bencana sekunder, seperti tsunami dan lainnya. Dengan situasi tersebut, kapal BRS bersifat mobile dan dapat digerakkan kapan pun ke wilayah terdampak bencana untuk melaksanakan kegiatan tanggap darurat bencana.
Misi yang pernah diemban KRI dr Soeharso adalah melaksanakan operasi kemanusiaan di Timor Leste pada awal 2016, bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo. Selama berada di Timor Leste KRI dr. Soeharso melakukan kegiatan bakti kesehatan untuk masyarakat Timor Leste dan mereka pun menyambut dengan sangat antusias.
Misi muhibah di luar negeri merupakan salah satu tugas penting TNI-AL. Misi Naval Diplomacy merupakan salah satu implementasi dari konsepsi Confidence Building Meassures (CBM). Ada pun CBM merupakan upaya untuk menciptakan rasa saling percaya antara dua aktor internasional. Negara merupakan salah satu aktor internasional. Terdapat beberapa variabel yang dapat dipergunakan untuk mengupayakan CBM, yaitu komunikasi, pembatasan, transparansi, dan verifikasi.
Kegiatan bakti kesehatan KRI dr Soeharso di Timor Leste merupakan bentuk upaya komunikasi untuk menciptakan CBM antara Indonesia dan Timor Leste. Dan KRI dr Soeharso berhasil menjalankan tugasnya dengan baik sebagai aktor untuk mewujudkan rasa saling percaya. Sementara itu, KRI Semarang-594 yang memiliki fungsi BRS merupakan karya anak bangsa yang dibangun oleh PT PAL Indonesia dan diserahterimakan kepada TNI-AL pada 21 Januari 2019 di Dermaga Ujung Koarmada II Surabaya. Kapal tersebut memperkuat alutsista jajaran Koarmada I di bawah Satuan Kapal Amfibi (Satfib).
Kapal-kapal tersebut memiliki fungsi untuk membantu distribusi militer baik logistik, peralatan, dan perlengkapan militer, serta difungsikan sebagai kapal BRS untuk bantuan bencana alam dan tanggap darurat bencana, termasuk evakuasi khusus terkait Covid-19.
KRI Semarang-594 telah menjalankan sejumlah misi kemanusiaan sesuai dengan fungsinya seperti penjemputan 188 WNI Anak Buah Kapal Pesiar World Dream yang selesai menjalani observasi di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu, menuju Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta, pada 14 Maret 2020. Selain itu, KRI Semarang-594 pernah menjalani misi “penjemputan” konsentrat hand sanitizer sebanyak 2.100 liter bantuan Pemerintah Singapura pada 8 April 2020.
Baca Artikel Lain
62 Pride 18 Juli 2022, 13:36
Indonesia Juara Umum Singapore Open 2022
Penulis : Ku Ka
Editor : Ku Ka
Singapore Open 2022 usai diselenggarakan. Babak final turnamen Super 500 ini selesai dipertandingkan hari Minggu (17/7/2022), di Singapore Indoor Stadium, Singapura. Tuan rumah sendiri tidak Read more...
62 Pride 15 Juli 2022, 11:02
Pecahkan Rekor Dunia Kiromal Katibin Manusia Tercepat di Dunia
Penulis : Ku Ka
Editor : Ku Ka
Atlet Panjat Tebing Indonesia asal Batang, Kiromal Katibin kembali mencatatkan rekor dunia. Ia tampil luar biasa di IFSC World Cup Chamonix 2022. Video yang beredar di media sosial Instagram Read more...
Kabar Terkini 13 Juli 2022, 11:49
Kemensetneg Resmi Rilis Logo HUT Ke-77 RI
Penulis : Ku Ka
Editor : Ku Ka
Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) telah resmi merilis logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Republik Indonesia (RI). Kemensetneg melalui unggahan Instagram resminya pada Senin, 11 Juli Read more...
Kabar Terkini 07 Juli 2022, 12:01
Menteri Perdagangan Luncurkan Minyak Goreng Kemasan Rakyat Rp14.000 pe...
Penulis : Ku Ka
Editor : Ku Ka
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan resmi meluncurkan minyak goreng kemasan rakyat dengan merek MINYAKITA pada Rabu 6 Juli 2022. MINYAKITA akan didistribusikan ke seluruh Indonesia dengan harga Read more...
62 Pride 05 Juli 2022, 13:53
Spedagi Asal Temanggung Dipakai Presiden Jokowi dan PM Australia, Ki...
Penulis : Ku Ka
Editor : Ku Ka
Ada yang menarik dalam rangkaian penyambutan resmi Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Senin (6/6/2022). Usai melakukan kegiatan penanaman Read more...
Kabar Terkini 11 Januari 2021, 11:27
Kapal Bantu Rumah Sakit KRI Dokter Wahidin Siap Berlayar Melayani Pasien
Penulis : Ku Ka
Editor : Ku Ka
Satu dari dua kapal bantu rumah sakit pesanan TNI-AL yang diproduksi PT PAL Indonesia telah selesai. Kapal ini setara dengan rumah sakit tipe C.

Pada Kamis 7 Januari 2021, dari dok galangan di Pelabuhan Semarang meluncur sebuah kapal bantu rumah sakit (BRS) baru, buatan PT PAL Indonesia (Persero). Kapal BRS pesanan TNI-AL itu secara resmi diberi nama KRI dr Wahidin Sudirohusodo-991.
Kepala Staf TNI-AL (KSAL) Laksamana Yudo Margono mengatakan, nama kapal BRS itu diambil dari nama pahlawan nasional yang berprofesi sebagai dokter, yang populer di tengah masyarakat sebagai dokter yang ramah, murah hati, dan dikenal sebagai pelopor berdirinya organisasi Budi Utomo. “KRI dr Wahidin Sudirohusodo-991 ini diharapkan dapat melaksanakan fungsinya dalam pelaksanaan operasi militer selain perang,” katanya.
Peluncuran kapal itu ditandai dengan penekanan tombol oleh KSAL yang mengaktifkan sistem pompa dok. Air laut pun menggenangi kolam dok yang berkapasitas 50.000 DWT tersebut. Begitu air penuh, pintu dibuka dan KRI dr Wahidin siap meluncur ke laut. Kapal BRS ini dikembangkan dengan teknologi rancang bangun kapal tipe landing platform dock (LPD). Rancang bangun ini merupakan salah satu pengembangan teknologi yang telah dipatenkan oleh PT PAL Indonesia.
KRI dr Wahidin Sudirohusodo mempunyai panjang 124 meter, lebar 21,8 meter, dan displacement 7.290 ton. Kapal ini mampu melaju dengan kecepatan maksimal 18 knot, kecepatan jelajah 14 knot, dan kecepatan ekonomis 12 knot (22 km per jam), serta memiliki kemampuan berlayar hingga 30 hari penuh dengan jangkauan 10.000 mil laut. Kemampuan kapasitas angkut total personel 643 orang, termasuk 159 pasien.

Kapal ini memiliki kemampuan setara rumah sakit tipe C. Kemampuan tersebut ditunjang dengan fasilitas poliklinik rawat jalan (umum, mata, gigi, dll) UGD, ruang operasi, ruang rawat inap, dan unit radiologi. Juga peralatan CT Scan dan X-Ray, hingga ruang isolasi untuk penanggulangan wabah menular seperti Covid-19. Mobilitas untuk pelaksanaan misi evakuasi medis juga ditunjang dengan kemampuan mengangkut helikopter medis, ambulance boat, dan landing craft vehicle personnel (LCVP).
Kapal BRS dr Wahidin ini bukanlah satu-satunya kapal milik TNI-AL yang difungsikan sebagai rumah sakit. Sebab sebelumnya, TNI-AL telah memiliki kapal BRS KRI dr. Soeharso dan KRI Semarang (594). Jadi dengan adanya KRI dr Wahidin, berarti TNI-AL mengoperasikan tiga armada kapal BRS.
Kapal tersebut nature-nya merupakan kapal pendukung operasi militer perang (OMP). Tapi pada masa damai, kapal itu bisa difungsikan dalam OMSP. Berdasarkan UU TNI nomor 34 tahun 2004, dalam misi OMSP, kapal BRS dapat melaksanakan tugas operasi membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan serta membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (search and rescue). Tidak terbatas pada situasi itu, kapal BRS juga memiliki kapabilitas pelaksanaan misi diplomasi internasional.
Fungsi kapal BRS sangat pas dengan karakteristik dan wawasan maritim Indonesia. Sebagai negara kepulauan yang terletak di lintasan ring of fire, Indonesia memiliki kerentanan bencana alam seperti gunung meletus, gempa bumi yang dapat diikuti oleh bencana sekunder, seperti tsunami dan lainnya. Dengan situasi tersebut, kapal BRS bersifat mobile dan dapat digerakkan kapan pun ke wilayah terdampak bencana untuk melaksanakan kegiatan tanggap darurat bencana.
Misi yang pernah diemban KRI dr Soeharso adalah melaksanakan operasi kemanusiaan di Timor Leste pada awal 2016, bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo. Selama berada di Timor Leste KRI dr. Soeharso melakukan kegiatan bakti kesehatan untuk masyarakat Timor Leste dan mereka pun menyambut dengan sangat antusias.
Misi muhibah di luar negeri merupakan salah satu tugas penting TNI-AL. Misi Naval Diplomacy merupakan salah satu implementasi dari konsepsi Confidence Building Meassures (CBM). Ada pun CBM merupakan upaya untuk menciptakan rasa saling percaya antara dua aktor internasional. Negara merupakan salah satu aktor internasional. Terdapat beberapa variabel yang dapat dipergunakan untuk mengupayakan CBM, yaitu komunikasi, pembatasan, transparansi, dan verifikasi.
Kegiatan bakti kesehatan KRI dr Soeharso di Timor Leste merupakan bentuk upaya komunikasi untuk menciptakan CBM antara Indonesia dan Timor Leste. Dan KRI dr Soeharso berhasil menjalankan tugasnya dengan baik sebagai aktor untuk mewujudkan rasa saling percaya. Sementara itu, KRI Semarang-594 yang memiliki fungsi BRS merupakan karya anak bangsa yang dibangun oleh PT PAL Indonesia dan diserahterimakan kepada TNI-AL pada 21 Januari 2019 di Dermaga Ujung Koarmada II Surabaya. Kapal tersebut memperkuat alutsista jajaran Koarmada I di bawah Satuan Kapal Amfibi (Satfib).
Kapal-kapal tersebut memiliki fungsi untuk membantu distribusi militer baik logistik, peralatan, dan perlengkapan militer, serta difungsikan sebagai kapal BRS untuk bantuan bencana alam dan tanggap darurat bencana, termasuk evakuasi khusus terkait Covid-19.
KRI Semarang-594 telah menjalankan sejumlah misi kemanusiaan sesuai dengan fungsinya seperti penjemputan 188 WNI Anak Buah Kapal Pesiar World Dream yang selesai menjalani observasi di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu, menuju Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta, pada 14 Maret 2020. Selain itu, KRI Semarang-594 pernah menjalani misi “penjemputan” konsentrat hand sanitizer sebanyak 2.100 liter bantuan Pemerintah Singapura pada 8 April 2020.
Baca Artikel Lain
62 Pride 15 Juli 2022
Pecahkan Rekor Dunia Kiromal Katibin Manusia Tercepat di Dunia
Penulis: Ku Ka
Editor : Ku Ka
Kabar Terkini 07 Juli 2022
Menteri Perdagangan Luncurkan Minyak Goreng Kemasan Rakyat Rp14.000 pe...
Penulis: Ku Ka
Editor : Ku Ka
62 Pride 05 Juli 2022
Spedagi Asal Temanggung Dipakai Presiden Jokowi dan PM Australia, Ki...
Penulis: Ku Ka
Editor : Ku Ka
Artikel Terbaru