Kabar Terkini  16 Juni 2021, 13:08

Dua Anak Badak Jawa Langka Terlihat di Ujung Kulon

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

Dua Anak Badak Jawa Langka Terlihat di Ujung Kulon

Populasi badak jawa (Rhinoceros sondaicus) bertambah setelah kelahiran dua anak badak jawa di Taman Nasional Ujung Kulon.
 

Dikutip dari Antara, menurut siaran pers Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Jakarta, Sabtu (12/6), dua anak badak jawa terekam kamera jebak di wilayah Semenanjung Ujung Kulon, Taman Nasional Ujung Kulon, bagian paling barat Pulau Jawa, sejak Maret 2021.

Dua badak jawa langka terlihat oleh CCTV di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten. Foto: KLHK via Reuters


Menurut KLHK, anak badak jawa betina yang mulai terekam kamera jebak pada 18 Maret 2021. Anak badak tersebut lahir dari induk bernama Ambu.  Ambu pada tahun 2017 juga tercatat melahirkan anak. 

Sedangkan anak badak jawa jantan yang usianya diperkirakan sudah satu tahun mulai terekam kamera jebak pada Maret 2021 bersama induknya yang bernama bernama Palasari.
 

Menurut KLHK, kedua anak badak jawa itu merupakan anak badak jawa pertama yang lahir pada tahun 2021. Dengan dua kelahiran ini, jumlah badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon Banten bertambah menjadi 73 individu. Rasionya 40 jantan dan 33 betina.
 

Badak merupakan hewan payung yang terancam punah karena tergerusnya habitat. Disebut hewan payung karena melindungi mereka akan menyelamatkan satwa lain dalam rantai makanan dan ekologi. Bahkan menjadi penopang planet ini melalui keragaman hayati.
 

Rasio badak Jawa di Ujung Kulon belum ideal. Agar mereka tak punah rasio jantan dan betina mestinya 1:4, satu jantan membuahi empat betina. Badak kian terancam punah karena tak hanya menyempitnya habitat akibat fragmentasi dan degradasi hutan serta perburuan juga karena ia masuk kategori Allee effect, istilah konservasi untuk menyebut hewan langka karena sifatnya yang langka. Badak melahirkan anak hanya satu dengan interval 4-5 tahun dan masa kehamilan yang lama, 15-18 bulan.

 

Baca Artikel Lain

Indonesia Juara Umum Singapore Open 2022
Pecahkan Rekor Dunia Kiromal Katibin Manusia Tercepat di Dunia
Kemensetneg Resmi Rilis Logo HUT Ke-77 RI
Menteri Perdagangan Luncurkan Minyak Goreng Kemasan Rakyat Rp14.000 per Liter
Spedagi Asal Temanggung  Dipakai Presiden Jokowi dan  PM Australia, Kini Mendunia!

Kabar Terkini  16 Juni 2021, 13:08

Dua Anak Badak Jawa Langka Terlihat di Ujung Kulon

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

Dua Anak Badak Jawa Langka Terlihat di Ujung Kulon

Populasi badak jawa (Rhinoceros sondaicus) bertambah setelah kelahiran dua anak badak jawa di Taman Nasional Ujung Kulon.
 

Dikutip dari Antara, menurut siaran pers Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Jakarta, Sabtu (12/6), dua anak badak jawa terekam kamera jebak di wilayah Semenanjung Ujung Kulon, Taman Nasional Ujung Kulon, bagian paling barat Pulau Jawa, sejak Maret 2021.

Dua badak jawa langka terlihat oleh CCTV di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten. Foto: KLHK via Reuters


Menurut KLHK, anak badak jawa betina yang mulai terekam kamera jebak pada 18 Maret 2021. Anak badak tersebut lahir dari induk bernama Ambu.  Ambu pada tahun 2017 juga tercatat melahirkan anak. 

Sedangkan anak badak jawa jantan yang usianya diperkirakan sudah satu tahun mulai terekam kamera jebak pada Maret 2021 bersama induknya yang bernama bernama Palasari.
 

Menurut KLHK, kedua anak badak jawa itu merupakan anak badak jawa pertama yang lahir pada tahun 2021. Dengan dua kelahiran ini, jumlah badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon Banten bertambah menjadi 73 individu. Rasionya 40 jantan dan 33 betina.
 

Badak merupakan hewan payung yang terancam punah karena tergerusnya habitat. Disebut hewan payung karena melindungi mereka akan menyelamatkan satwa lain dalam rantai makanan dan ekologi. Bahkan menjadi penopang planet ini melalui keragaman hayati.
 

Rasio badak Jawa di Ujung Kulon belum ideal. Agar mereka tak punah rasio jantan dan betina mestinya 1:4, satu jantan membuahi empat betina. Badak kian terancam punah karena tak hanya menyempitnya habitat akibat fragmentasi dan degradasi hutan serta perburuan juga karena ia masuk kategori Allee effect, istilah konservasi untuk menyebut hewan langka karena sifatnya yang langka. Badak melahirkan anak hanya satu dengan interval 4-5 tahun dan masa kehamilan yang lama, 15-18 bulan.

 

Baca Artikel Lain

62 Pride  18 Juli 2022

Indonesia Juara Umum Singapore Open 2022

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka



Kabar Terkini  13 Juli 2022

Kemensetneg Resmi Rilis Logo HUT Ke-77 RI

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka




Artikel Terbaru