62 Pride 06 Agustus 2021, 12:00
Awal Mula Kata Indonesia, Diperkenalkan James Richardson Logan Pada 1869
Penulis : Ku Ka
Editor : Ku Ka
Petunjuk hubungi admin
Untuk dapat mengubungi admin kuka.co.id anda akan di bawa menuju halaman pusat bantuan di halaman tersebut bagian kanan bawah anda akan melihat gambar di bawah ini :

Untuk menuju pusat bantuan klik tombol "Ya, ke pusat bantuan" dan Jika anda ingin tetap berada di halaman ini klik tombol "Tidak, tetap disini"
62 Pride 06 Agustus 2021, 12:00
Awal Mula Kata Indonesia, Diperkenalkan James Richardson Logan Pada 1869
Penulis : Ku Ka
Editor : Ku Ka
Sampai waktu yang lama Indonesia dianggap tjiptaan Bastian, sedang sebenarnja adalah tjiptaan Logan. Pada mulanya Indonesia tidak lebih daripada sebuah istilah geografi, tapi dengan pasangnja gerakan kemerdekaan nasional nonkoperatif kemudian mendjadi djuga istilah politik.
Â
Nama panjangnya James Richardson Logan. Dia seorang pengacara. Lahir di Berwickshire-Skotlandia pada 10 April 1819. Dia meninggal di Penang pada 20 Oktober 1869. Pramoedya Ananta Toer, dalam buku Sedjarah Modern Indonesia yang diterbitkan di kalangan terbatas pada 1964, menyebutkan nama Logan sebagai pencetus pertama istilah Indonesia.
Â
Dalam pengantar buku itu, Pram menjelaskan tentang apa itu Indonesia. Dia menulis, "Sampai waktu yang lama Indonesia dianggap tjiptaan Bastian, sedang sebenarnja adalah tjiptaan Logan. Pada mulanya Indonesia tidak lebih daripada sebuah istilah geografi, tapi dengan pasangnja gerakan kemerdekaan nasional non-koperatif kemudian mendjadi djuga istilah politik. Sebelum itu, mendjelang tutup abad ke-19, istilah ini telah djuga digunakan sebagai istilah hukum oleh Ir H van Kol dalam perdebatan-perdebatan di dalam Parlemen Belanda."
Â
Logan meninggal dalam usia relatif muda, 50 tahun, karena malaria. Andreas Harsono adalah seorang yang menulis sedikit riwayat Logan. Tulisan itu dia unggah di laman pribadinya, http:andreasharsono.net dengan judul "Sebuah Kuburan, Sebuah Nama".

Â
Pahlawan Orang Penang
Andreas sengaja berangkat ke Penang, dulu orang Melayu menyebutnya Pulau Pinang, untuk mencari makam James Richardson Logan. Oktober 2008, adalah waktu yang dia pilih untuk melakukan penelusuran makam 'orang penting' yang nyaris terabaikan dari perhatian orang zaman sekarang. Dia ditemani Francis Loh Kok Wah, profesor dari Universiti Sains Malaysia, Anil Netto seorang blogger, dan Himanshu Bhatt, wartawan.
Â
Pemakaman itu berada di Jl Sultan Ahmad Shah. Atas petunjuk Francis Loh, Andreas berhasil menemukan makam yang berbaur dengan makam orang-orang lain yang beragama Protestan. Rupanya di Penang, pemakaman orang Protestan dipisah dengan pemakaman orang Katolik.
Â
Makam itu adalah makam Logan bersaudara. Dia dimakamkan berdampingan dengan saudaranya Abraham, yang dimakamkan sesudahnya. Mereka adalah dua bersaudara yang datang ke Penang pada 1840. Pada waktu itu James berumur 20 tahun. Tahun 1842 mereka, yang memang kompak, pindah ke Singapura. Tapi, James kembali ke Penang pada 1853.
Â
Sekembalinya di Penang, James membeli dan menyunting koran Penang Gazette, pada tahun 1853. Sementara itu adiknya yang ada di Singapura mendirikan koran Singapore Free Press. James meninggal dunia pada 1869. Kematian James dianggap sebagai kehilangan besar bagi Penang. Warga Pulau Pinang pada waktu itu mendirikan monumen penghormatan untuk jasa-jasanya. Sifat-sifat James tertera dalam tugu memorial yang mencantumkan sifat-sifat mulianya, yakni temperance (kesederhanaan), justice (keadilan), fortitude (tabah, ulet), dan wisdom (bijak).
Â
Lebih Memilih Indonesia
Pramoedya melihat Logan sebagai etnolog yang mencetuskan istilah Indonesia. Sebenarnya ada dua orang yang 'terlibat' mencetuskan nama Indonesia. Pertama adalah George Samuel Windsor Earl dan James Richardson Logan. Earl, yang pertama, adalah orang yang menulis sebuah artikel dalam jurnal "The Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia" Vol. IV pada 1850.
Â
Di halaman 71 jurnal itu dia menulis "the Malayunesian branch of this race". Di bawah halaman ditambahkan oleh dia catatan yang menjelaskan istilah itu. Dia mengusulkan nama baru bagi penduduk kepulauan Hindia dengan nama "Indu-nesians" atau "Malayu-nesians". Earl sendiri lebih suka dengan istilah yang kedua karena menurutnya istilah itu lebih memberikan penghargaan pada orang-orang Melayu yang telah menjelajah seluruh kepualauan sebelum orang-orang Eropa.
Â
Logan berpendapat sedikit berbeda. Logan yang menjadi kepala redaksi majalah itu, yang juga kolega Earl, bahkan yunior Earl saat masih kuliah, lebih memilih atau lebih suka dengan istilah Indonesia yang lebih praktis. Dia lebih memilih "Indonesia" sebuah istilah geografi untuk membedakan dengan wilayah kepulauan ini dengan wilayah lain. Praktis, menurutnya karena lebih singkat ketimbang istilah panjangnya "Indian Archipelago". Di halaman 254 jurnal itu, Logan memilih Indonesia sebagai nama wilayah kepulauan, dan penduduknya menjadi orang-orang Indonesia.
Â
Penjelasan Logan adalah bagian dari uraian dia untuk menjelaskan wilayah keseluruhan "wilayah Hindia" atau "the whole Indian Region". Menurut Logan, wilayah ini adalah wilayah bagian daratan yang dibagi dua oleh Teluk Benggala. Di bagian timur yang juga mendapat pengaruh dari India juga bagian dari keseluruhan wilayah ini.
Â
Oleh karena itulah, Logan mengusulkan nama India, Ultraindia, atau Transindia dan Indonesia. Jika digambarkan pada saat ini wilayah India bisa diartikan wilayah antara Pakistan dan India Utara, kemudian India Selatan beserta kepulauan di sekitarnya, dan Asia Tenggara.
Baca Artikel Lain
62 Pride 18 Juli 2022, 13:36
Indonesia Juara Umum Singapore Open 2022
Penulis : Ku Ka
Editor : Ku Ka
Singapore Open 2022 usai diselenggarakan. Babak final turnamen Super 500 ini selesai dipertandingkan hari Minggu (17/7/2022), di Singapore Indoor Stadium, Singapura. Â Tuan rumah sendiri tidak Read more...
62 Pride 15 Juli 2022, 11:02
Pecahkan Rekor Dunia Kiromal Katibin Manusia Tercepat di Dunia
Penulis : Ku Ka
Editor : Ku Ka
Atlet Panjat Tebing Indonesia asal Batang, Kiromal Katibin kembali mencatatkan rekor dunia. Ia tampil luar biasa di IFSC World Cup Chamonix 2022. Â Video yang beredar di media sosial Instagram Read more...
Kabar Terkini 13 Juli 2022, 11:49
Kemensetneg Resmi Rilis Logo HUT Ke-77 RI
Penulis : Ku Ka
Editor : Ku Ka
Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) telah resmi merilis logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Republik Indonesia (RI). Â Kemensetneg melalui unggahan Instagram resminya pada Senin, 11 Juli Read more...
Kabar Terkini 07 Juli 2022, 12:01
Menteri Perdagangan Luncurkan Minyak Goreng Kemasan Rakyat Rp14.000 pe...
Penulis : Ku Ka
Editor : Ku Ka
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan resmi meluncurkan minyak goreng kemasan rakyat dengan merek MINYAKITA pada Rabu 6 Juli 2022. Â MINYAKITA akan didistribusikan ke seluruh Indonesia dengan harga Read more...
62 Pride 05 Juli 2022, 13:53
Spedagi Asal Temanggung Dipakai Presiden Jokowi dan PM Australia, Ki...
Penulis : Ku Ka
Editor : Ku Ka
Ada yang menarik dalam rangkaian penyambutan resmi Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Senin (6/6/2022). Usai melakukan kegiatan penanaman Read more...
62 Pride 06 Agustus 2021, 12:00
Awal Mula Kata Indonesia, Diperkenalkan James Richardson Logan Pada 1869
Penulis : Ku Ka
Editor : Ku Ka
Sampai waktu yang lama Indonesia dianggap tjiptaan Bastian, sedang sebenarnja adalah tjiptaan Logan. Pada mulanya Indonesia tidak lebih daripada sebuah istilah geografi, tapi dengan pasangnja gerakan kemerdekaan nasional nonkoperatif kemudian mendjadi djuga istilah politik.
Â
Nama panjangnya James Richardson Logan. Dia seorang pengacara. Lahir di Berwickshire-Skotlandia pada 10 April 1819. Dia meninggal di Penang pada 20 Oktober 1869. Pramoedya Ananta Toer, dalam buku Sedjarah Modern Indonesia yang diterbitkan di kalangan terbatas pada 1964, menyebutkan nama Logan sebagai pencetus pertama istilah Indonesia.
Â
Dalam pengantar buku itu, Pram menjelaskan tentang apa itu Indonesia. Dia menulis, "Sampai waktu yang lama Indonesia dianggap tjiptaan Bastian, sedang sebenarnja adalah tjiptaan Logan. Pada mulanya Indonesia tidak lebih daripada sebuah istilah geografi, tapi dengan pasangnja gerakan kemerdekaan nasional non-koperatif kemudian mendjadi djuga istilah politik. Sebelum itu, mendjelang tutup abad ke-19, istilah ini telah djuga digunakan sebagai istilah hukum oleh Ir H van Kol dalam perdebatan-perdebatan di dalam Parlemen Belanda."
Â
Logan meninggal dalam usia relatif muda, 50 tahun, karena malaria. Andreas Harsono adalah seorang yang menulis sedikit riwayat Logan. Tulisan itu dia unggah di laman pribadinya, http:andreasharsono.net dengan judul "Sebuah Kuburan, Sebuah Nama".

Â
Pahlawan Orang Penang
Andreas sengaja berangkat ke Penang, dulu orang Melayu menyebutnya Pulau Pinang, untuk mencari makam James Richardson Logan. Oktober 2008, adalah waktu yang dia pilih untuk melakukan penelusuran makam 'orang penting' yang nyaris terabaikan dari perhatian orang zaman sekarang. Dia ditemani Francis Loh Kok Wah, profesor dari Universiti Sains Malaysia, Anil Netto seorang blogger, dan Himanshu Bhatt, wartawan.
Â
Pemakaman itu berada di Jl Sultan Ahmad Shah. Atas petunjuk Francis Loh, Andreas berhasil menemukan makam yang berbaur dengan makam orang-orang lain yang beragama Protestan. Rupanya di Penang, pemakaman orang Protestan dipisah dengan pemakaman orang Katolik.
Â
Makam itu adalah makam Logan bersaudara. Dia dimakamkan berdampingan dengan saudaranya Abraham, yang dimakamkan sesudahnya. Mereka adalah dua bersaudara yang datang ke Penang pada 1840. Pada waktu itu James berumur 20 tahun. Tahun 1842 mereka, yang memang kompak, pindah ke Singapura. Tapi, James kembali ke Penang pada 1853.
Â
Sekembalinya di Penang, James membeli dan menyunting koran Penang Gazette, pada tahun 1853. Sementara itu adiknya yang ada di Singapura mendirikan koran Singapore Free Press. James meninggal dunia pada 1869. Kematian James dianggap sebagai kehilangan besar bagi Penang. Warga Pulau Pinang pada waktu itu mendirikan monumen penghormatan untuk jasa-jasanya. Sifat-sifat James tertera dalam tugu memorial yang mencantumkan sifat-sifat mulianya, yakni temperance (kesederhanaan), justice (keadilan), fortitude (tabah, ulet), dan wisdom (bijak).
Â
Lebih Memilih Indonesia
Pramoedya melihat Logan sebagai etnolog yang mencetuskan istilah Indonesia. Sebenarnya ada dua orang yang 'terlibat' mencetuskan nama Indonesia. Pertama adalah George Samuel Windsor Earl dan James Richardson Logan. Earl, yang pertama, adalah orang yang menulis sebuah artikel dalam jurnal "The Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia" Vol. IV pada 1850.
Â
Di halaman 71 jurnal itu dia menulis "the Malayunesian branch of this race". Di bawah halaman ditambahkan oleh dia catatan yang menjelaskan istilah itu. Dia mengusulkan nama baru bagi penduduk kepulauan Hindia dengan nama "Indu-nesians" atau "Malayu-nesians". Earl sendiri lebih suka dengan istilah yang kedua karena menurutnya istilah itu lebih memberikan penghargaan pada orang-orang Melayu yang telah menjelajah seluruh kepualauan sebelum orang-orang Eropa.
Â
Logan berpendapat sedikit berbeda. Logan yang menjadi kepala redaksi majalah itu, yang juga kolega Earl, bahkan yunior Earl saat masih kuliah, lebih memilih atau lebih suka dengan istilah Indonesia yang lebih praktis. Dia lebih memilih "Indonesia" sebuah istilah geografi untuk membedakan dengan wilayah kepulauan ini dengan wilayah lain. Praktis, menurutnya karena lebih singkat ketimbang istilah panjangnya "Indian Archipelago". Di halaman 254 jurnal itu, Logan memilih Indonesia sebagai nama wilayah kepulauan, dan penduduknya menjadi orang-orang Indonesia.
Â
Penjelasan Logan adalah bagian dari uraian dia untuk menjelaskan wilayah keseluruhan "wilayah Hindia" atau "the whole Indian Region". Menurut Logan, wilayah ini adalah wilayah bagian daratan yang dibagi dua oleh Teluk Benggala. Di bagian timur yang juga mendapat pengaruh dari India juga bagian dari keseluruhan wilayah ini.
Â
Oleh karena itulah, Logan mengusulkan nama India, Ultraindia, atau Transindia dan Indonesia. Jika digambarkan pada saat ini wilayah India bisa diartikan wilayah antara Pakistan dan India Utara, kemudian India Selatan beserta kepulauan di sekitarnya, dan Asia Tenggara.
Baca Artikel Lain
62 Pride 15 Juli 2022
Pecahkan Rekor Dunia Kiromal Katibin Manusia Tercepat di Dunia
Penulis: Ku Ka
Editor : Ku Ka
Kabar Terkini 07 Juli 2022
Menteri Perdagangan Luncurkan Minyak Goreng Kemasan Rakyat Rp14.000 pe...
Penulis: Ku Ka
Editor : Ku Ka
62 Pride 05 Juli 2022
Spedagi Asal Temanggung Dipakai Presiden Jokowi dan PM Australia, Ki...
Penulis: Ku Ka
Editor : Ku Ka
Artikel Terbaru