Gaya Hidup 29 Juli 2020, 15:04
Apa itu The New Normal?
Penulis : Ku Ka
Editor : Ku Ka
Petunjuk hubungi admin
Untuk dapat mengubungi admin kuka.co.id anda akan di bawa menuju halaman pusat bantuan di halaman tersebut bagian kanan bawah anda akan melihat gambar di bawah ini :

Untuk menuju pusat bantuan klik tombol "Ya, ke pusat bantuan" dan Jika anda ingin tetap berada di halaman ini klik tombol "Tidak, tetap disini"
Gaya Hidup 29 Juli 2020, 15:04
Apa itu The New Normal?
Penulis : Ku Ka
Editor : Ku Ka
Baru-baru ini, istilah “The New Normal” sering muncul nih di berbagai linimasa, apalagi dengan masa pandemi Corona yang terjadi di secara global. Lalu sebenernya apa sih arti dari istilah “The New Normal” kalau dibahasakan sih mungkin artinya pola hidup normal yang baru seperti adanya aktifitas atau perilaku baru yang akan disosialisasikan bahkan dilakukan secara terus menerus. Jadi bisa dibilang adanya perubahan semenjak kejadian pandemi ini berlangsung. Walaupun beberapa negara sudah mulai pulih dari virus ini, namun sejumlah ahli memprediksi pandemi virus corona Covid-19 bisa berlangsung lama. Hal ini berkaitan dengan belum ditemukannya vaksin atau obat untuk virus corona.
Menurut data dari situs https://covid19.who.int/ secara global sudah hampir 5 juta kasus yang terkonfirmasi. Sebagian besar negara masih terus melaporkan kasus terbaru setiap hari.
Tanpa kita sadari sudah hampir 3 bulan terakhir semua aktifitas menjadi lumpuh, memaksa semua orang untuk lebih baik #dirumahaja untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Mulai dari kegiatan ibadah, sekolah, kerja, konser, pertandingan olahraga, event saat weekend bahkan jalan-jalan pun harus ditiadakan & ini berlaku gak cuma di Indonesia ajaaaaa. Semua negara membatasai warga untuk tidak beraktivitas di luar rumah jika tidak ada urusan mendesak, kecuali bagi mereka yang harus keluar & kegiatannya tidak bisa dilakukan dari rumah, akhirnya dampak yang paling besar sektor ekonomi serta pekerja bidang informal. Dunia usaha makin sepi apalagi bidang pariwisata, transportasi online serta penjualan retail sehingga Kita gak bisa selamanya dikarantina.
Tiap negara punya aturan yang berbeda terkait pelaksanaan kapan pemberlakuan “physical distancing” dilonggarkan atau seperti di Indonesia dikenal dengan istilah PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang ternyata masih banyak masyarakat kita yang bandel & melanggar aturan ini.
“The New Normal” sebenarnya sudah mulai terbentuk dengan sendirinya, misalnya nih terjadi perubahan dari tingkah laku konsumen yang beralih ke digital (beli sayur sama daging udah gak ke pasar tradisional lagi), lalu peningkatan kegiatan virtual (meeting online, masak online bahkan ibadah pun online), dan rasa kemanusiaan plus solidaritas yang tinggi saling membantu sesama kita yang membutuhan.
Lewat tulisan ini, Ku Ka mencoba mengumpulkan definisi “The New Normal” dari berbagai pakar maupun pihak terkait.
Presiden RI Joko Widodo dalam pidato resminya di Istana Merdeka (15 Mei 2020) menyatakan bahwa: “Kehidupan Kita sudah pasti berubah untuk mengatasi risiko wabah ini. Itu keniscayaan. Itulah yang oleh banyak orang disebut sebagai New Normal atau tatanan kehidupan baru ”. Pada masa pandemi masyarakat Indonesia diharuskan hidup dengan tatanan hidup baru, yang dapat ‘berdamai’ dengan COVID-19. Adapun yang dimaksud dengan New Normal adalah suatu tindakan atau perilaku yang dilakukan oleh masyarakat dan semua institusi yang ada di wilayah tersebut untuk melakukan pola harian atau pola kerja atau pola hidup baru yang berbeda dengan sebelumnya. Bila hal ini tidak dilakukan, akan terjadi risiko penularan. Tujuan dari New Normal adalah agar masyarakat tetap produktif dan aman dari Covid-19 di masa pandemi. Selanjutnya agar New Normal lebih mudah diinternalisasikan oleh masyarakat maka “New Normal” dinarasikan menjadi “Adaptasi Kebiasaan Baru”. Maksud dari Adaptasi Kebiasaan Baru adalah agar kita bisa bekerja, belajar dan beraktivitas dengan produktif di era Pandemi Covid-19.
Memulai Kebiasaan Baru
Apakah kita mau terus hidup dengan pembatasan? Tinggal di rumah terus? Sudah pasti jawabannya: Tidak. Tentunya, kita ingin kembali bisa bekerja, belajar, dan bersosialisasi atau aktivitas lainnya agar dapat produktif di era pandemi. Hal ini bisa dilakukan kalau kita beradaptasi dengan kebiasaan baru yaitu disiplin hidup sehat dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Kebiasaan baru untuk hidup lebih sehat harus terus menerus dilakukan di masyarakat dan setiap individu, sehingga menjadi norma sosial dan norma individu baru dalam kehidupan sehari hari. Bila kebiasaan baru tidak dilakukan secara disiplin atau hanya dilakukan oleh sekelompok orang saja, maka hal ini bisa menjadi ancaman wabah gelombang kedua. Kebiasaan lama yang sering dilakukan, seperti bersalaman, cipika-cipiki, cium tangan, berkerumun/ bergerombol, malas cuci tangan harus mulai ditinggalkan karena mendukung penularan Covid-19.
Apa saja protokol kesehatan Covid-19 yang harus ditaati masyarakat? Berikut ini rinciannya, berdasarkan informasi yang dimiliki oleh Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19:
Jadi intinya, aturan dalam protokol kesehatan untuk menjaga jarak sosial dengan mengurangi kontak fisik dengan orang lain. Mungkin penerapannya bisa berlangsung lama paling tidak sampai ditemukannya vaksin dan bisa digunakan sebagai penangkal virus corona. Beberapa ahli dan pakar kesehatan dunia sudah memastikan kalau kemungkinan paling cepat bisa ditemukannya vaksin adalah pada tahun 2021. Kita sudah harus menjalani kehidupan secara “new normal” sampai tahun depan, atau bahkan lebih.
Baca Artikel Lain
62 Pride 18 Juli 2022, 13:36
Indonesia Juara Umum Singapore Open 2022
Penulis : Ku Ka
Editor : Ku Ka
Singapore Open 2022 usai diselenggarakan. Babak final turnamen Super 500 ini selesai dipertandingkan hari Minggu (17/7/2022), di Singapore Indoor Stadium, Singapura. Tuan rumah sendiri tidak Read more...
62 Pride 15 Juli 2022, 11:02
Pecahkan Rekor Dunia Kiromal Katibin Manusia Tercepat di Dunia
Penulis : Ku Ka
Editor : Ku Ka
Atlet Panjat Tebing Indonesia asal Batang, Kiromal Katibin kembali mencatatkan rekor dunia. Ia tampil luar biasa di IFSC World Cup Chamonix 2022. Video yang beredar di media sosial Instagram Read more...
Kabar Terkini 13 Juli 2022, 11:49
Kemensetneg Resmi Rilis Logo HUT Ke-77 RI
Penulis : Ku Ka
Editor : Ku Ka
Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) telah resmi merilis logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Republik Indonesia (RI). Kemensetneg melalui unggahan Instagram resminya pada Senin, 11 Juli Read more...
Kabar Terkini 07 Juli 2022, 12:01
Menteri Perdagangan Luncurkan Minyak Goreng Kemasan Rakyat Rp14.000 pe...
Penulis : Ku Ka
Editor : Ku Ka
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan resmi meluncurkan minyak goreng kemasan rakyat dengan merek MINYAKITA pada Rabu 6 Juli 2022. MINYAKITA akan didistribusikan ke seluruh Indonesia dengan harga Read more...
62 Pride 05 Juli 2022, 13:53
Spedagi Asal Temanggung Dipakai Presiden Jokowi dan PM Australia, Ki...
Penulis : Ku Ka
Editor : Ku Ka
Ada yang menarik dalam rangkaian penyambutan resmi Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Senin (6/6/2022). Usai melakukan kegiatan penanaman Read more...
Gaya Hidup 29 Juli 2020, 15:04
Apa itu The New Normal?
Penulis : Ku Ka
Editor : Ku Ka
Baru-baru ini, istilah “The New Normal” sering muncul nih di berbagai linimasa, apalagi dengan masa pandemi Corona yang terjadi di secara global. Lalu sebenernya apa sih arti dari istilah “The New Normal” kalau dibahasakan sih mungkin artinya pola hidup normal yang baru seperti adanya aktifitas atau perilaku baru yang akan disosialisasikan bahkan dilakukan secara terus menerus. Jadi bisa dibilang adanya perubahan semenjak kejadian pandemi ini berlangsung. Walaupun beberapa negara sudah mulai pulih dari virus ini, namun sejumlah ahli memprediksi pandemi virus corona Covid-19 bisa berlangsung lama. Hal ini berkaitan dengan belum ditemukannya vaksin atau obat untuk virus corona.
Menurut data dari situs https://covid19.who.int/ secara global sudah hampir 5 juta kasus yang terkonfirmasi. Sebagian besar negara masih terus melaporkan kasus terbaru setiap hari.
Tanpa kita sadari sudah hampir 3 bulan terakhir semua aktifitas menjadi lumpuh, memaksa semua orang untuk lebih baik #dirumahaja untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Mulai dari kegiatan ibadah, sekolah, kerja, konser, pertandingan olahraga, event saat weekend bahkan jalan-jalan pun harus ditiadakan & ini berlaku gak cuma di Indonesia ajaaaaa. Semua negara membatasai warga untuk tidak beraktivitas di luar rumah jika tidak ada urusan mendesak, kecuali bagi mereka yang harus keluar & kegiatannya tidak bisa dilakukan dari rumah, akhirnya dampak yang paling besar sektor ekonomi serta pekerja bidang informal. Dunia usaha makin sepi apalagi bidang pariwisata, transportasi online serta penjualan retail sehingga Kita gak bisa selamanya dikarantina.
Tiap negara punya aturan yang berbeda terkait pelaksanaan kapan pemberlakuan “physical distancing” dilonggarkan atau seperti di Indonesia dikenal dengan istilah PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang ternyata masih banyak masyarakat kita yang bandel & melanggar aturan ini.
“The New Normal” sebenarnya sudah mulai terbentuk dengan sendirinya, misalnya nih terjadi perubahan dari tingkah laku konsumen yang beralih ke digital (beli sayur sama daging udah gak ke pasar tradisional lagi), lalu peningkatan kegiatan virtual (meeting online, masak online bahkan ibadah pun online), dan rasa kemanusiaan plus solidaritas yang tinggi saling membantu sesama kita yang membutuhan.
Lewat tulisan ini, Ku Ka mencoba mengumpulkan definisi “The New Normal” dari berbagai pakar maupun pihak terkait.
Presiden RI Joko Widodo dalam pidato resminya di Istana Merdeka (15 Mei 2020) menyatakan bahwa: “Kehidupan Kita sudah pasti berubah untuk mengatasi risiko wabah ini. Itu keniscayaan. Itulah yang oleh banyak orang disebut sebagai New Normal atau tatanan kehidupan baru ”. Pada masa pandemi masyarakat Indonesia diharuskan hidup dengan tatanan hidup baru, yang dapat ‘berdamai’ dengan COVID-19. Adapun yang dimaksud dengan New Normal adalah suatu tindakan atau perilaku yang dilakukan oleh masyarakat dan semua institusi yang ada di wilayah tersebut untuk melakukan pola harian atau pola kerja atau pola hidup baru yang berbeda dengan sebelumnya. Bila hal ini tidak dilakukan, akan terjadi risiko penularan. Tujuan dari New Normal adalah agar masyarakat tetap produktif dan aman dari Covid-19 di masa pandemi. Selanjutnya agar New Normal lebih mudah diinternalisasikan oleh masyarakat maka “New Normal” dinarasikan menjadi “Adaptasi Kebiasaan Baru”. Maksud dari Adaptasi Kebiasaan Baru adalah agar kita bisa bekerja, belajar dan beraktivitas dengan produktif di era Pandemi Covid-19.
Memulai Kebiasaan Baru
Apakah kita mau terus hidup dengan pembatasan? Tinggal di rumah terus? Sudah pasti jawabannya: Tidak. Tentunya, kita ingin kembali bisa bekerja, belajar, dan bersosialisasi atau aktivitas lainnya agar dapat produktif di era pandemi. Hal ini bisa dilakukan kalau kita beradaptasi dengan kebiasaan baru yaitu disiplin hidup sehat dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Kebiasaan baru untuk hidup lebih sehat harus terus menerus dilakukan di masyarakat dan setiap individu, sehingga menjadi norma sosial dan norma individu baru dalam kehidupan sehari hari. Bila kebiasaan baru tidak dilakukan secara disiplin atau hanya dilakukan oleh sekelompok orang saja, maka hal ini bisa menjadi ancaman wabah gelombang kedua. Kebiasaan lama yang sering dilakukan, seperti bersalaman, cipika-cipiki, cium tangan, berkerumun/ bergerombol, malas cuci tangan harus mulai ditinggalkan karena mendukung penularan Covid-19.
Apa saja protokol kesehatan Covid-19 yang harus ditaati masyarakat? Berikut ini rinciannya, berdasarkan informasi yang dimiliki oleh Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19:
Jadi intinya, aturan dalam protokol kesehatan untuk menjaga jarak sosial dengan mengurangi kontak fisik dengan orang lain. Mungkin penerapannya bisa berlangsung lama paling tidak sampai ditemukannya vaksin dan bisa digunakan sebagai penangkal virus corona. Beberapa ahli dan pakar kesehatan dunia sudah memastikan kalau kemungkinan paling cepat bisa ditemukannya vaksin adalah pada tahun 2021. Kita sudah harus menjalani kehidupan secara “new normal” sampai tahun depan, atau bahkan lebih.
Baca Artikel Lain
62 Pride 15 Juli 2022
Pecahkan Rekor Dunia Kiromal Katibin Manusia Tercepat di Dunia
Penulis: Ku Ka
Editor : Ku Ka
Kabar Terkini 07 Juli 2022
Menteri Perdagangan Luncurkan Minyak Goreng Kemasan Rakyat Rp14.000 pe...
Penulis: Ku Ka
Editor : Ku Ka
62 Pride 05 Juli 2022
Spedagi Asal Temanggung Dipakai Presiden Jokowi dan PM Australia, Ki...
Penulis: Ku Ka
Editor : Ku Ka
Artikel Terbaru